Kurikulum SD Al Azhar 31

Kurikulum Pengembangan Pribadi Muslim

Kurikulum Pengembangan Pribadi Muslim tingkat .SD adalah penjabaran indikator dan pengalaman belajar yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam standar isi.

Target Pembelajaran SD

  • Sebagal alat untuk memantau keberhasilan.
  • Sebagal target minimal yang disusun oleh Al-Azhar  yang dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan perkembangan murid yang langsung dapat diaplikasikan di lapangan.
  • Target dibuat secara berjenjang sehingga kesinambungannya terlihat jelas

Pengalaman Belajar

Aktifitas yang diberikan pada anak untuk mengembangkan kemampuannya dengan cara  menyenangkan  dan  tidak  membebani  sehingga  anak akan  memperoleh pengetahuan dan keterampllan sesuai dengan target yang ditetapkan

Kurikulum SD

  • Kurikulum Umum dari Diknas (KTSP) dengan sistem pembelajaran terintegrasi
  • Kurikulum Agama dari AI-Azhar Jakarta
  • Target kemampuan dasar dan agama dari Kelas 1 s.d 6 secara berkelanjutan

Pengemasan kegiatan:

  • Children Centre (berpusat pada anak)
  • Tematlk (keglatan mengacu pada tema) dengan menggunakan Spider Web
  • Moving Area
  • Guru kelas berjumlah dua guru tiap kelas, ditambah Guru Bidang Studi Agama, Al-qur’an, Pendidikan Jasmani, dan Musik

Penekanan pada:

  • Pengembangan soslal emoslonal: kemandirlan, tanggungjawab, sosialisasi
  • Pengembangan akhiakul karimah seJak dini secara sederhana
  • Pengembangan kemampuan membaca, menulls, bertlitung sesual dengan tahap perkembangan
  • Pengembangan  kemampuan Bahasa  Inggris,  Bahasa Arab, dan Teknologi Informasi

Pengelolaan kelas dan KBM:

  • Klasikal
  • Kelompok (moving area)
  • Individu (remedial teaching)

 

Penjelasan Pendekatan tematik

Pembelajaran tematis merupakan pembelajapan terpadu yang  dilakukan melalui TEMA sebagai pemersatu. Dalam menggali minatnya seorang anak belajar tentang menggunakan logika matematis, kemampuan bahasa, atau coba-coba (trial and error) dalam memecahkan masalah. Kemampuan belajap ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tetapi merupakan  integrasi  dari  keterampilan  fisik,  kecerdasan  emosi, kecerdasan berfikip, dan kecerdasan bahasa. Keterpaduan dilakukan terhadap beberapa komperensi, dirancang dalam suatu kegiatan yang didalamnya sudah mencakup beherapa mata pelajaran.

Pembelajapan tematis dimaksudkan untuk memberikan pengalaman bermakna kepada anak, karena anak dalam memahami berbagai konsep yang  mereka  pelajari  selalu  melalui, pengalaman  langsung  dan menghubungkan dengan konsep lain yang telah dikuasai.

 

Keterlibatan Orang tua dalam Pembelajaran

Filosofi keterlibatan orang tua murid dalam pembelajaran, tidak lepas dari besarnya ketergantungan  anak-anak terhadap orang tuariya, “Kepribadian murid atau pendidikan kepribadian sekarang ini terpecah. Pada satu sisi, pendidikan itu berlangsung di rumah … pada sisi lainnya di sekolah… tidak ada kesatuan konsep”. (Dr. Maria Montessori.  The Absorbent Mind).

Anak-anak tergantung kepada orang tuanya karena beberapa hal, antara lain:

  1. kondisi fisik anak, seperti maKanan, tempat berlindung, pakaian, dan kesehatan
  2. kondisi emosional mereka, seperti kasih sayang, dukungan lembut dari seseorang yang konsisten, dan perhatian terus menerus
  3. kondisi  perkembangan  mereka,  seperti  komunikasi,  kesempatan untuk merangkak, berjalan, berlari, bermain dengan orang tua, dan hal-hal baru lain yang dapat dijadikan sebuah cerita.

Orang tua merupakan pengaruh terbesar bagi anak-anak, mereka adalah pendidik utama. Orang tua selalu menginginkan yang terbaik bagi anak- anaknya. menginginkan anak-anaknya sukses, menjadi anak yang shaleh, serta menjadi warga masyarakat yang produktif. Oleh karena itu, keluarga harus dipandang sebagai mitra yang memiliki peranan penting bagi proses pendidikan anak, harus dilibatkan dalam memberikan pengalaman belajar.

Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua merupakan komponen yang penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar. Keuntungan peran orang tua bagi anak antara lain:

  1. Meningkatkan konsep diri yang positif, karena anak dapat menunjukkan keberadaan orang tuanya dihadapan guru dan teman-temannya
  2. Anak akan memperoleh po!a didik yang berimbang ketika di sekolah dan di rumah
  3. Perkembangan anak dapat terpantau dengan baik oleh guru maupun orang tua, sehingga dapat dikembangkan seoptimal mungkin

Bentuk ketertibatan omng tua murid dalam proses pembelajaran di rumah antara lain berupa:

  1. secara terus menerus mengamati dan melaporkan kegiatan tadarus dan shalat wajib yang dilakukan di rumah
  2. menerapkan living values dalam kehidupan sehari-hari
  3. mengitorti perkembangan belajar anak dengan selalu berfanya dalam menyelesaikan tugas tentang aktivitas belajar sekolah hari ini atau mendampingi di rumah
  4. menandatangani agenda mund, tugas, dan PR yang disetesaikan di rumah
  5. menyediakan sumber belajar yang memadai bagi anak
  6. menyediakan ruang/ tempat belajar yang representatif
  7. mengarsipkan setiap lembar hasil fomiatrf, hasil karya, surat-surat dan sekolah, dan dokumen lain untuk memudahkan mengikuti informasi kegiatan sekolah
  8. memastikan diri memiliki nomor telepon sekolah. wali kelas, guru khusus, dan nomor telepon lain yang bermanfaat untuk kecepatan komunikasi tentang kegiatan sekolah

 

Pengembangan Kurikulum

YPI  AI-Azhar  mengembangkan  Kurikulum  Tingkat  Satuan Pene)idtkan  dalam  konteks  Kurikulum  Pengembangan Pribadi Muslim, yaitu:

  1. Kurikulum  yang  dikembangkan  berlandaskan   Kurikulum yang tertulis yang diberlakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
  2. Kurikulum yang dilaksanakan dalam keglatan pembelajaran (Actual  curriculum)  merupakan  kurikulum  tertulis  yang dilntegrasikan dalam penanaman keimanan dan ketakwaan.
  3. Dalam    mengembangkan   Actual   Curriculum    tersebut berpatokan pada dua aspek, yaitu:
  • Aspek konten dalam arti penjabaran kurikulum dikaitkan dengan akidah Islam yang tersurat dalam AI-Qur’an dan Hadits.
  • Aspek  konteks  dalam  arti  mengembangkan  nilal-nilal Islami  dalam  pembelajaran,  sehingga  pengintegrasian nilai-nilai tersebut merupakan kurikulum yang tersembunyi (hidden curriculum). Pengembangan konteks selain  terkait  dengan   pertlaku   Islami,  tetapl  juga menciptakan suasana atau nuansa Islami di lingkungan siswa (kelas, sekolah, dan keluarga).

Ketentuan Kelas I dan II

  1. Pendekatan tematik digunakan dalam kegiatan  pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna
  2. Guru kelas, guru asisten serta guru bidang studi bekerjasama dalam menyampaikan materi pembelajaran dan mewujudkan suasana kelas yang kondusif dan dinamis
  3. Pemilihan tema-tema untuk kegiatan pembelajaran dilakukan secara bervariasi
  4. Mata   pelajaran   Bahasa   Indonesia   menekankan   pada  aspek kemampuan mebaca dan menulis permulaan
  5. Mata pelajaran Matematika menekankan pada aspek kemampuan berhitung
  6. Penekanaft mata  pelajaran  Keseman  pada  musik dan  menyanyi dengan menggunakan alat yang sesuai
  7. Penekanan  mata  pelajaran  Ketrampilan  yaitu  pada  kemampuan menggambar, menganyam. membuat mozaik dan membuat model
  8. Penekanan  Pendidikan  Jasmani  pada  kebugaran  tubuh  (physical fitness)
  9. Pembelajaran  menekankan  pada  pembelajaran  beraktivitas  dan menyenangkan
  10. Program  kegiatan  belajar dalam  rangka  pembentukan  akhiakul karimah terwujud dalam kehidupan sehari-hari
  11. Bahasa  Inggris  diberikan/  digunakan  secara  sederhana  dalam kegiatan belajar mengajar

Ketentuan Kelas III

  1. Pendekatan tematik dikembangkan oleh guru kelas/ pamong melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia, llmu Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Ketrampilan
  2. Pendekatan mata pelajaran tunggal dilaksanakan oleh guru bidang studi melalui mata pelajaran Pendidikan Agama, Al-Qur’an, Sains, Matematika, Penjas, dan Bahasa Inggris
  3. Penekanan mata pelajaran Agama Islam dan AI-Qur’an pada aspek penerapan akhiakul karimah, ketrampilan beribadah dan ketrampilan membaca AI-Qur’an
  4. Mata  pelajaran  bahasa  Indonesia  menekankan  pada  kemampuan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara
  5. Penekanan   mata   pelajaran   Matematika   pada   aspek   aplikasi kemampuan berhitung
  6. Penekanan pelajaran Sains pada aspek kerja dan sikap itmiah serta penguasaan konsep
  7. Penekanan   pelajaran   llmu   Pengetahuan   Sosial   pada   aspek  ketrampilan sosial dan penguasaan konsep llmu Pengetahuan Sosial
  8. Penekanan pelajaran Kesenian pada musik dan menyanyi dengan menggunakan alat yang sesuai
  9. Bahasa Inggris diberikan secara sederhana sebagai bahasa sehari- hari disamping Bahasa Indonesia
  10. Demi terwujudnya visi dan misi AI-Azhar maka seluruh guru memiliki kewajiban yang sama dalam memberikan teladan serta membina akhlaqul karimah bagi murid-murid

Kecentuan Kelas IV, V, dan VI

  1. Kelas  IV, V, VI menggunakan  pendekatan  mata  pelajaran  tunggal sesuai dengan jenis mata pelajaran dalam struktur kurikulum dan dilaksanakan oleh guru bidang studi (guru yang ahli pada matapelajaran tersebut)
  2. Guru Pamong / Guru Kelas bertugas untuk merencanakan pembelajaran, menjaga ketertiban dan kelancaran proses KBM, melakukan penguatan pada pembuka dan penutup pelajaran satu hari, mendampingi guru bidang studi ketika menyampaikan pelajaran, melakukan pemetaan kemampuan murid, melakukan observasi, mengumpulkan dan menganalisa data penilaian/ assessment, membuat portofolio, progress report dan mengisi buku raport
  3. Penekanan mata pelajaran Agama Islam dan Af-Qur’an pada aspek penerapan keimanan, akhlaq karimah,ketrampilan beribadah dan ketrampilan membaca AI-Qur’an
  4. Penekanan  mata  pelajaran  Bahasa  Indonesia  pada  kemampuan memahami   bacaan, kemampuan   berbicara   (presentasi, mengutarakan  suatu  ide  secara   lisan)  dan  kemampuan mendengarkan dalam arti kemampuan menyerap atau memahami suatu penjelasan yang disampikan orang lain
  5. Penekanan mata pelajaran Matematika pada aspek berhitung (aritmatika) penalaran, komunikasi dan pemecahan masalah dalam artj mampu mengerjakan soal-soal cerita
  6. Penekanan  mata  pelajaran  llmu  Pengetahuan  Sosial  pada aspek penguasaan  konsep  dan  penerapan  dalam  arti  mampu menyelesaikan permasalahan yang terkait dalam kehidupan sehari- hari terintegrasi dengan mata petajaran lain
  7. Penekanan mata pelajaran Sains pada sspek pemahaman konsep, penerapan konsep dan pengembangan sikap ilmiah dan kinerja ilmiah
  8. Penekanan mata pelajaran   Kesenian  pada aspek  musik   dan menyanyi degan menggunakan alat yang sesuai

 

Petunjuk Evaluasi

Pengertian dan fungsi evaluasi

Penitaian atau evaluasi adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi-oleh guru untuk pemberian penilaian terhadap hasil belajar murid berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan profil perkembangan murid sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh anak ketika mereka telah selesai melakukan sejurnlah proses pembelajaran pada level tertentu.

Evaluasi berfungsi sebagai:

  • Alat  bagi  puru,  murid  dan  orang  tua  untuk  dapat  mengetahui kemajuan (progress) pemeblajaran yang telah dicapai dalam kurun waktu tertentu
  • Data untuk menentukan kesulitan belajar yang dialami oleh murid tertentu, sehingga ditemukan solusi yang tepat sebagai upaya tindak lanjut dalam memberikan bantuan pengembangan potensi secara optimal
  • Ukuran keberhasilan sebuah proses pembelajaran
  • Umpan balik bagi guru dalam menciptakan kegiatan yang tepat, menyenangkan dan efektif untuk menyampaikan sebuah konsep

Bentuk-bentuk evaluasi

Bentuk-bentuk penilaian yang digunakan dalam mengukur keberhasilan belajar murid yaitu:

  • Tes Tertulis (paper and pencil test), Test ini berbentuk pertanyaan-pertanyaan dengan mengacu kepada pola tugas, penelitian, dan proyek (TP2), yang dilakukan ketika guru ingin mengetahui sejauh mana konsep yang diberikan dapat terserap dengan baik
  • Penilaian unjuk kerja (performance test),Penilaian unjuk kerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan murid. Penilaian ini dilakukan untuk menilai tingkah laku atau keterampilan murid dalam berpendapat, membaca puisi, bercerita, diskusi, pemecahan masalah dalarti satu kelompok, menari, dan berolahraga

Penilaian Portofolio

Portofolio merupakan sekumpulan karya murid dalam satu periode tertentu yang merupakan refleksi perkembangan seorang anak dilihat dan berbagai kompetensi yang dimiliki. Penilaian dengan portofolio dimaksudkan untuk memberikan informasi  kepada orang fua  murid  terhadap  kemajuan perkembangan murid dalam kompetensi tertentu dengan menunjukkan bukti berupa hasil karya yang dibuatoteh anak.

Laporan perkembangan murid

  • Nilai pekerjaan sekolah yang dimaksud adalah nilai pekejaan yang terdiri dari  nilai tugas,  penelitian  dan  proyek  atau  niiai  hasil  tes / ulangan
  • Kompetertsi yang dinilai dafarn pekeDaan rumah sama dengan kompetensi yang dinilai dalam pekerjaan sekolah (contoh; PS dan PR menilai kompetensi no. 1)
  • Nilai yang dituliskan dalam Laporan Perkembangan Murid adalah nilai yang sudah diolah dengan rumus (rata-rata PS+rata-rata PR). Nilai yang dicanturnkan menggunakan skala 100, tanpa angka decimal melalui proses pembulatan)
  • Murid  yang  dinyafakan  naik  kelas  beriklrtnya  disyaratkan  telah menguasai minimal 60% kompetensi dasar delapan dari sepuluh matmata pelajaran
  • Mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika pencapaiannya tidak boleh kurang dari 60%
  • Bagi murid yang tidak memenuhi persyaratan dia tas dinyatakan mengulang pada kelas sebelumnya